News Pattallassang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Senin (14/10/2025).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242034/original/058908400_1749016730-WhatsApp_Image_2025-06-04_at_12.15.33.jpeg)
Dalam rapat tersebut, Amran menekankan pentingnya gerak cepat dan terpadu antarinstansi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga : Prabowo Instruksikan TNI Bersiap, Negara-negara Dunia Akan Kirim Pasukan ke Gaza
“Pangan ini tidak bisa berjalan lambat. Kita harus bekerja cepat, terintegrasi, dan tidak saling menunggu. Kalau satu daerah terlambat, dampaknya nasional,” tegas Amran di hadapan jajaran pemerintah daerah dan pelaku usaha pangan.
Amran juga meminta Bapanas dan Kementerian Pertanian memperkuat kolaborasi dalam pendataan stok pangan dan mempercepat distribusi bahan pokok, terutama jelang akhir tahun.
Dorong Kolaborasi Antar-Kementerian dan Daerah
Dalam arahannya, Amran menekankan bahwa persoalan pangan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga.
Ia menilai perlu ada koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Perdagangan, Perhubungan, hingga BUMN yang bergerak di bidang logistik dan pertanian.
“Kalau distribusi lambat, harga naik. Kalau produksi turun, stok menipis. Jadi semua pihak harus bekerja seperti satu tubuh,” ujar Amran.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk aktif memantau pergerakan harga di pasar dan melaporkan data secara real time ke pusat agar kebijakan bisa diambil lebih cepat.
Menurutnya, data yang akurat akan menjadi kunci dalam menentukan langkah intervensi, baik melalui operasi pasar maupun penyaluran bantuan pangan.
Fokus pada Stabilisasi Harga dan Stok Beras
Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakornas Bapanas kali ini adalah ketersediaan beras dan stabilisasi harga di pasar tradisional.
Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dan memastikan distribusi berjalan lancar di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu.
“Kita sudah siapkan langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino. Bulog dan Bapanas harus bergerak serempak memastikan stok aman hingga awal 2026,” jelasnya.
Selain beras, pemerintah juga memantau pasokan komoditas strategis lain seperti cabai, bawang, dan jagung.
Amran menilai komoditas pangan harus dipandang sebagai satu sistem yang saling berkaitan, bukan sektor yang berjalan sendiri-sendiri.
Pangan Sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah pilar utama kedaulatan bangsa.
“Kalau pangan kita kuat, negara ini tidak bisa digoyang. Tapi kalau pangan lemah, semua sektor ikut terguncang,” ucapnya tegas.
Amran mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani dan kelancaran distribusi hasil panen.
“Petani harus untung, rakyat harus makan dengan harga terjangkau. Itu keseimbangan yang harus dijaga,” katanya.
Harapan untuk Aksi Nyata di Lapangan
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, termasuk pembentukan Tim Aksi Cepat Ketahanan Pangan yang bertugas memantau stok dan distribusi pangan di seluruh provinsi.
Amran berharap hasil Rakornas kali ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan di lapangan.
“Pangan ini soal hidup orang banyak. Kita tidak boleh menunggu. Semua harus bergerak hari ini juga,” tutup Amran.








